Puisi Terbaru Karya Dhep


BAYANGMU MENJELMA HUJAN

Cahaya
Di tirai jendela
Mencemeti kemarau
Bernada parau

Di kota mati, terang kabut mencekik bulan
Prosa dawai layla tak dilantunkan
Bayangmu menjelma hujan
Menjajah kerinduan

Rindu membatu di kalbu
Bayangmu berlalu di pelukan sang bayu

KARENA CINTA

Karena cinta
Manakala gelap, aku serupa lilin
Kau mengais caya
Dari tubuhku yang terbakar

PRAU

Pagi, siang dan malam
Sepanjang jejak, angin mengukur jarak
Esensimu menggema, eksistensi Maha Raja

Rindu bersandar di antara tarian cemara
Seketika nyanyian alam memudarkan duka

Prau, sampaikan padanya
Cintaku membiru laksana langitmu
Cintaku memutih laksana awanmu.

NOKTURNAL

Kutulis memoar sunyi dari karat senja
Cintaku terlelap jauh
Kujemput di mimpi
Saat jantung malam berdetak, tanah belum kerontang

Embun ini adalah pagimu
Bagiku isyarat menjelma senja
Senjamu adalah pagiku
Bagiku isyarat menjelma embun

Andai aku dapat menyihir hidup
Kubungkam seribu mantra pagi
Walaupun hujan dan matahari
Telah menjadi pelangi.

SUNYI ADALAH KAWAN SEJATI

Pelipur terkubur
Tersisa kenangan
Cintanya pupus, padaku kembalilah sunyi
Sunyi adalah kawan sejati

Keluh berpeluh, kesah meresah
Terpendam di dada
Kularut dalam puisi, kuteguk bersama sunyi
Sunyi adalah kawan sejati

Ade Pratama. Bernama pena Dhep. Lahir di Bogor, 9 Maret. Kini ia menetap di Lebak, Banten.
Kontak: Instagram @dhep936 dan whatsapp 083831317070

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *