Puisi Terbaru Karya Arham Wiratama

Puisi Terbaru Karya Arham Wiratama
SEMANGAT

Di hutan ini matahari bergulir
Menyisakan surya temaram
Untuk tenggelam di dadanya

Ada yang selalu tertahan
Meski senantiasa coba diucapkan
Dengan bahasa keheningan

Menyusuri waktu memecahkan kulit
Darah menderas, melumuri kerasnya hati
Terhenti kaki menapak dekat sungai

Tubuh kaku, lidah kelu
Pada naungan pohon api
Kutelan buah neraka

Api kehidupan membakar
Menghanguskan keputusasaan
Dan sayapku tumbuh lagi

Terbang melesat aku berangkat
Untuk mencoba mendakat
Menuju pelukan-Mu yang erat.

Jombang, 19 Juli 2019. 14:56

TOLONG AKU DEWI

Musim berjatuhan layaknya hujan
Kenangan menguap-mengawan
Di tiap kepala orang perindu kawan

Ritme gerimis itu datang
Membahasahi gigil tubuh ini
Pipi merah memucat sudah

Kehangatan menguar dari lukisan
Seorang dewi kasih sayang yang
Menyentuhku dengan seribu tangan

Dia berkendara bunga lotus
Menghapus dahaga orang haus
Dengan air sari kehidupannya

O, perahuku lapuk digerogoti masa
O, tubuhku kuyup oleh salju
O, kecupan itu datang dengan air mata.

Jombang, 19 Juli 2019, 15:37.

MENYELESAIKAN TUGAS

Burung dalam sangkar tubuh
Ingin lepas menghambur
Kepada pemilik segenap ruh

Matahari berpendar pelangi datang
Dengan sorot seterang siang
Memintaku untuk terus berjuang
Padahal aku ingin sekali pulang.

Jombang, 19 Juli 2019, 15:42.

MATA SAYU KIAI

Aku merawat sapi
Untuk menyerapi ilmu Ilahi

Aku merawat kebo
Agar anak cahaya itu tidak bodoh

Aku merawat kambing
Biar mereka jadi lembing kebenaran

Aku merawat ayam
Supaya jiwa kebajikan bersemayam

Di tiap-tiap hati santri
Yang tak lelah aku ajari.

Jombang, 19 Juni 2019, 19:50.

BERTAPA PADA NESTAPA

Kupetik gitar dan senar hatimu
Agar tarian suara bergurau di telinga
Karena musik adalah dentum jantung
Yang memekarkan rosela di perasaan

Angin malam menghantarkan sunyi
Muka hangatku kini mendingin
Sudah tidak pernah aku berangkat
Menuju derita orang-orang tersesat

Karena cintaku untuk Elya
Sungguh seputih melati dan awan
Meski mendung kadang datang
Aku tetap sayang walau dirundung nestapa.

Jombang, 5 Agustus 2019, 12:56.

PLANET DAN BINTANG

Elya, di matamu ada cahaya yang masih malu berpijar
Laksana surya subuh kala adzan menarik jiwaku bangun
Mungkin aku ingin jadi api untuk menyulut mataharimu itu
Tapi aku hanya rembulan yang mengintip engkau bersinar
Bahkan pancaran yang aku miliki sejatinya milikmu
Aku hanya planet kelabu di putaran takdir yang sendu

Kau adalah kekudusan yang telah padat mengkristal
Mungkin aku tak lebih dari debu hitam di malam kelam
Namun ada yang menjamahku untuk dijadikannya tayamum
Dan beberapa musim gugur lalu kita bersejajar saling pandang

Apa kau temukan gerak biola canggung merasuk ke telingamu
Itu tak berhulu dari getar senar alat musik, itu gema sukmaku
Yang merindukan ruhmu untuk bermekar di hari esok yang samar
Apakah ada bayangku berkelebat di hatimu yang kadang berkilat
Atau aku cuma berotasi di sekelilingmu tanpa pernah mendekat?

AYAH YANG LAHIR MENJADI ANAKNYA

Deru penghabisan berembus lewat hidungmu
Dan kau jadi tahu betapa waktu cepat menguning, lagaknya daun-daun kering di musim gugur
Baru kemarin terapung di atas bahtera kehidupan, kau berjebur diri ke tempat segala berpulang lagi
Meninggalkan janin di perut pasanganmu tersayang
Kau pun berontak kepada arus dan ombak nasib, menjadikanmu berevaporasi ke langit dunia itu, untuk disematkan di tubuh bayi yang dikandung istrimu.

Biodata penulis:

Arham Wiratama. Lahir di Jombang, 1 Agustus 1997. Seorang penderita bipolar. Telah menerbitkan buku Deru Desir Semilir (2016) dan Segara Duka (2018). Belajar biola dan gitar di Spirit of Musik Jombang. Karya-karyanya pernah dimuat di indhependent.com, Radar Selatan, Radar Jombang, kuluwung.com, dan floressastra.com. Puisinya yang berjudul Menembaga mendapat juara satu di perlombaan pada event Indonesia berpuisi #2 tingkat nasional yang diadakan oleh Poetry Publiser. Kontak: Nomor telepon 085785787757 / 0321-855278, email arhamwiratama68@gmail.com, facebook Arham Wiratama (https://www.facebook.com/gerimismenderasapi). Beralamat di Jalan Dusun Gedangan No. 6-B, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kota Jombang, Jawa Timur 61471.

1 Komentar untuk "Puisi Terbaru Karya Arham Wiratama"

  1. Puisi Arham Wiratama memiliki keindahan kata dan kedalaman makna. Gaya bahasa mirip Rendra berkombinasi dg gaya bahasa Amir Hamza

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel