Puisi Karya Siti Nur Aini


UNTUK IBU, PEREMPUAN MALAIKATKU

Setelah dibuat patah mengapa masih disajikan kopyor susu di meja makan?
Pelepas dahaga paling sempurna setelah hatimu
Dibelainya punggung manja ini
Antara banyak peluh dan tanggung jawab
Kopyormu telah menggantikan semuanya

Setelah dibuat patah mengapa masih disuarakan dongeng pengantar tidur?
Dikomat-kamitkannya doa dan nyanyian-nyanyian cinta
Kasih dan harapan ranum menggelantung jelas di setiap katup bibir itu
Antara banyak letih dan ketulusan
Tak banyak yang kupaham selain semua tentang keinginan
Kehangatanmu telah menjadikan kantukku bunga

Dan kau, ibu. Kelembutan yang telah kupatahkan
Ampuni setiap kesah yang mengulitimu
Mari ajari aku cinta yang tak akan pernah menyerah meski telah dipatahkan.

MEMBELI CINTA

Setiap terik dan gigil yang bergantian
Aku ingin selalu berhenti di dadamu, ibu
Memainkan kisah-kisah dalam pelukan
Menyatukan aksara keluarga yang berserakan

Aku menjual kue dari abu dan kau membelinya
“Bolehkah sekalian kubeli hatimu berikut cinta dan semua rasanya, tuan putri?”
Aku mengangguk meski tak mengerti
Lalu kuletakkan namaku di tanganmu
Dengan debu
Aku benar-benar mau menjadi tuan putri

NABASTALA KASIH

Di antara peluhmu yang memenuhi gelas di meja belajar dan meja makan
Aku tahu satu hal, kasihmu paripurna
Kartika tumbuh di matamu
Oh, bu. Tuhan menjadikanmu nabastala penuh semi di setiap amarah
Tanpa keluh pun caci-maki
Sebab ketulusan selalu kutemui menjuntai dari tubuhmu
Dan restu semesta turut menggelantung di sana.

Siti Nur Aini, ia seorang perempuan Sumenep tulen yang biasa dipanggil Sin, pecandu kata-kata dan ayam goreng. Penulis novel You’re the Reason ini adalah alumni Madrasah Husnul Khatimah dan pondok pesantren Al-Karimiyyah Braji Sumenep. Kontak: facebook AinNona Ceka, email sin.aini1608@gmail.com, dan nomor telepon 082331733467.

Belum ada Komentar untuk "Puisi Karya Siti Nur Aini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel